0 keuntungan membangun software menggunakan protype dan langkah-langkah yang harus diperhatikan jika kita membangun prototype
I. PENDAHULUAN
Prototype merupakan metodologi pengembangan software yang menitik-beratkan pada pendekatan aspek desain, fungsi dan user-interface. Developer dan user fokus pada user-interface dan bersama-sama mendefinisikan spesifikasi, fungsi, desain dan bagaimana software bekerja. Developer dan user bertemu dan melakukan komunikasi dan menentukan tujuan umum, kebutuhan yang diketahui dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan. Developer mengumpulkan detail dari kebutuhan dan memberikan suatu gambaran dengan cetak biru (prototype).
Dari proses tersebut akan diketahui detail-detail yang harus dikembangkan atau ditambahkan oleh developer terhadap cetak biru, atau menghapus detail-detail yang tidak diperlukan oleh user. Proses akan terjadi terus menerus sehingga produk sesuai dengan keinginan dari user.
Tujuan utama dari prototype [Thompson, Wishbow - 1992] adalah :
* Proses revisi dan pengujian terhadap produk dilakukan secara terus menerus, sehingga didapatkan produk yang sesuai dengan yang diinginkan oleh user. Proses testing dan revisi dapat dilakukan baik secara keseluruhan maupun partial pada bagian dari produk.
* Proses pengujian harus memiliki perbandingan baku (benchmark) sehingga menghasilkan produk yang secara empiris sehinga menghindari kegagalan produk atau terjadi perbedaan persepsi antara developer atau user.
* Dengan proses testing dan komunikasi yang terus menerus antara user dan developer diharapkan dihasilkan produk yang user-friendly.
II. METODOLOGI
[Purtilo, Larson, Clark-1991] mengambarkan proses-proses pada model prototype sebagai berikut:
1. Identifikasi objek, definisi dari masalah yang harus dipecahkan dinyatakan secara bersama-sama dengan memberikan ukuran-ukuran yang pasti terhadap batasan kesuksesan dari produk yang digunakan sebagai benchmark.
2. Identifikasi resiko, tidak ada pengembangan produk yang bersih dan mampu menghasilkan produk yang berstatus “Tidak ada Masalah”, selalu terdapat area abu-abu yang memberikan resiko terhadap pengembangan produk. Perjelas dan pertegas batasan dan permasalahan pada area tersebut.
3. Merumuskan hipotesa prototype, setelah resiko dinyatakan pengembang mendesain secara terperinci sebuah prototype yang menggambarkan keseluruhan sistem dan resiko-resiko yang mungkin berpengaruh pada sistem. Prototype juga memberikan potensi terhadap perbaikan-perbaikan terhadap produk.
4. Membangun perancangan prototype, perancangan prototype berdasarkan hipotesa kedalam produk prototype. Tujuan yang utama dari membangun suatu prototipe adalah untuk menjawab satu atau lebih pertanyaan mengenai karakteristik fungsional dari produk .
5. Eksperimental, prototipe harus dicoba-coba untuk menentukan perilakunya dan mengumpulkan keluaran dari instrumentasi sistem sehingga didapat produk yang sesuai dengan keinginan user.
6. Evaluasi, Hasil dari eksperimen harus dievaluasi untuk menilai kebenaran dan efisiensi prototype.
7. Proses yang berulang-ulang, proses yang keseluruhan diulangi sampai salah satu dari tiga hasil dicapai:
* Didapat informasi yang cukup dari prototype sehingga dapat dimulainya proses pengembangan produk.
* Untuk beberapa masalah yang tidak terpecahkan telah dapat ditemukan solusi yang lebih mudah atau setara dengan tetap memperhatikan cost dan manfaat.
* Didapat prototype yang memiliki mutu yang sesuai dengan spesifikasi produk yang ingin dibuat sehingga proses pembuatan produk dapat dilakukan dengan menggunakan prototype yang ada.
III. KETERGANTUNGAN TERHADAP USER
User atau pengguna merupakan bagian terpenting pada prototype. Karena user merupakan komponen yang menentukan apakah prototype telah memenuhi spesifikasi untuk dikembangkan sebagai produk.
[Harker -1993] memaparkan tentang permasalahan yang terjadi pada metodologi prototype :
* User yang tidak memiliki spesialisasi dalam pembuatan dan perancangan sistem akan memberikan input yang akan mempersulit pembuatan prototype.
* Prototype yang dikembangkan secara tim memerlukan kepastian dapat menangani keinginan user terutama dilevel manajemen.
* Perancangan prototype akan tidak relevan dan menyulitkan jika pada lever user terjadi perubahan struktur organisasi yang cenderung lebih besar pengaruhnya dinding perubahan secara teknis
IV. TIPE-TIPE PROTOTYPE
Terdapat 3 (tiga) tipe dari metodologi prototype [Sommerville, 1995]:
* Throwaway Prototypes
Model Throwaway Prototypes mengunakan prototype sebagai tool atau perangkat untuk melakukan analisa terhadap user-interface dan kebutuhan fungsional dari produk yang ingin dibuat. ketika prototype dievaluasi dan spesifikasi dibaharui, prototype dibuang dan proses pengembangan dimulai kembali.
* Evolutionary Prototypes
Evalusi prototype didasarkan pada pengembangan produk dengan melakukan peningkatan pada detail-detail yang dianggap perlu diperbaharui. Proses akan dilakukan secara terus menerus dalam satu produk dan dilakukan hingga didapat produk yang sesuai dengan keinginan dari user.
* Incremental Development
Metodologi ini masing-masing dievaluasi berdasarkan bagian-bagian secara partial jika terjadi perubahan akan dilakukan secara partial juga. Setelah didapatkan potongan-potongan produk yang sesuai, maka disatukan untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan keinginan user.
V. KEUNTUNGAN
Keuntungan dari metodologi prototype adalah [Sommerville, 1995] :
* Kegagalan dalam mendefinisikan masalah antara user dan developer dapat dikenali dari awal.
* Kesulitan user-interface dan pemakaian dapat dikenali dari awal
* Manajemen telah melihat gambaran secara riil tentang produk yang dibuat dengan melihat prototype dari produk.
* Prototype dapat disebut juga sebagai bagian dari training penggunaan produk, sehingga user telah mengenal produk dari prototype.
* Proses testing dan perbaikan dapat dilakukan secara terus menerus sehingga mengurangi tingkat kegagalan produk.
* Prototype lebih mengedepankan pada requirement sehingga mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan keinginan dari user.
Sumber
0 Teknik Estimasi pada Suatu Proyek Sistem Informasi
Estimasi merupakan sebuah proses pengulangan. Pemanggilan ulang estimasi yang pertama dilakukan selama fase definisi, yaitu ketika anda menulis rencana pendahuluan proyek. Hal ini perlu dilakukan, karena anda membutuhkan estimasi untuk proposal. Setelah fase analisis direncanakan ulang, anda harus memeriksa estimasi danmerubah rencana pendahuluan proyek menjadi rencana akhir proyek.
2. TEKNIK–TEKNIK ESTIMASI
Ada tiga teknik yang digunakan untuk melakukan estimasi, yaitu :
2.1 Keputusan Profesional
Katakanlah bahwa anda merupakan orang yang memiliki pengalaman yang luas dalam membuat program “report generation modules”. Anda melakukannya dengan pendekatan merancang report tersebut dan memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat program tersebut. Setelah mempelajari rancangan program selama 5 menit, programmer lalu menutup matanya selama 5 menit (dia tidak tidur, tetapi berhitung), dan kemudian mengatakan “15 hari”. Inilah yang disebut Keputusan Profesional murni. Keuntungan dari teknik ini adalah cepat , dan jika seseorang sudah ahli dalam teknik ini, maka estimasinya pasti akan lebihakurat. Sedangkan kerugian dari teknik ini adalah bahwa anda membutuhkan seorang ahli yang berpengalaman dalam bidang ini, dan beberapa ahli tersebut akan bekerja keras untuk mendapatkan estimasi yang tepat.Pengelolaan Proyek Sistem Informasi.
2.2 Sejarah
Jalan keluar dari ketergantungan pada orang dan untuk membuat estimasi lebih khusus, yaitu anda harus mengerti tentang sejarahnya. Tulislah berapa lama masing-masing tugas dapat diselesaikan dan siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut. Anda dapat membandingkan tuagas yang akan diestimasik dengan tugas yang sama yang dikerjakan lebih awal, setelah itu mulailah dengan melakukan estimasi. Hal ini dimaksudkan agar anda menjabarkan suatu proyek ke dalam beberapa tugas yang biasanya diulang dan mudah untuk dibandingkan.
2.3 Rumus-rumus
Ada beberapa rumus yang digunakan dalam software estimasi.
Software yang baik untuk diketahui adalah COCOMO (Referensi 15). COCOMO dapat digunakan untuk memperkirakan biaya proyek, usaha (person months), jadwal, dan jumlah staf untuk masing-masing fase berikut ini:
- Preliminary Design - our Analysis Phase
- Detailed Design (DD) - our Design Phase
- Code and Unit Tes (CUT) - same as ours
- System Test - our System Test and Acceptance Phase
Ada 3 tipe penginputan dengan COCOMO
Pengelolaan Proyek Sistem Informasi
VERY CMPLX
3. ATURAN PERSETUJUAN ESTIMASI PADA DEC (DAN PERUSAHAAN BESAR LAINNYA)
Apakah perusahaan besar seperti DEC menggunakan pendekatanpendekatan ini ? Ya, mereka menggunakan rumus-rumus, tetapi mereka tetap mengikuti aturan berikut ini :
• Jangan pernah menanyakan pada seseorang yang tidak berpengalaman untuk melakukan estimasi.
• Lakukan estimasi secara berkelompok, jika anda mampu menyediakan sumber daya manusianya.
• Jangan memaksa melakukan estimasi pada seseorang profesional, seperti programmer.
• Jangan pernah mengambil rata-rata dari estimasi yang berbeda.
• Membagi persoalan menjadi bagian kecil secara mendetail selama satu minggu atau kurang.
• Selalu tambahkan (kalikan ?) untuk kejadian yang tidak pasti.
• Selalu berikan jangka waktu ketika melakukan estimasi bagi manajer atau klien.
• Gunakan naluri anda.
sumber : http://zhymel.blogspot.com/2011/05/teknik-estimasi-pada-suatu-proyek.html
0 Langkah-Langkah Pemrograman
Menurut akal sehat anda tidak akan dapat membuat semua program sekaligus dan kemudian membuang semuanya – ini memerlukan rangkaian langkah demi langkah. Rencanakan urutan dimana anda akan menggabungkannya.
Langkah 2. Mendisain Modul (Design The Module)
Programmer menerima beberapa tingkatan disain dari fase disain. Tugasnya adalah memecah modul secara rinci ke tingkat yang lebih rendah sampi mencapai keadaan programmer siap untuk melakukan pemrograman. Ini disebut disain modul.
Langkah 3. Telusuri Disain Modul(Walk Through The Module Design)
Seperti pada tingkat atas dan menengah dari disain, pertukaran harus dibuat sebaiknya pada tingkat yang paling rendah. Telusuri disain dari masing-masing modul sebelum melakukan pengkodean. Penelusuran ini sangat kecil : hanya programmer yang tepat, supervisor dan mungkin programmer lainnya yang perlu diperhatikan. Kegunaan dari penelusuran disain modul adalah untuk memastikan bahwa disain yang terbaik yang telah dilakukan, semua fungsi telah dialamatkan dan semua bagian telah ditangani.
Langkah 4. Rencana Bagaimana Menguji Modul (Plan How To Test The Module)
Programmer harus menyiapkan rencana pengujian modul dan data pengujian sebelum dikodekan. Rencana pengujian dilakukan setelah kode ditetapkan. Mereka cenderung hanya menguji bagian kode yang paling ‘sulit’. Pimpinan proyek bisa saja melakukan tuntutan pada penelusuran rencana pengujian sepanjang disain modul sedang dilaksanakan. Kerjakan penelusuran ini bersama-sama.
Langkah 5. Kode Setiap Modul (Code Each Module)
Standar pengkodean akan ditetapkan pada saat disain sistem. Kita tidak membahas bagaimana membuat program – lihat Referensi 12 (tulisan ini membahas disain sama baiknya dengan pemrograman) dan Referensi 13 untuk lebih jelasnya.
Berikut ini adalah ringkasan dari sebuah program terstruktur, yaitu :
· Jika berukuran kecil. Aturan dasarnya adalah kira-kira 100 baris kode yang dapat dieksekusi dan listingnya tidak lebih dari 2 halaman.
· Satu entry, satu exit.
· Referensi secara keseluruhan sedikit.
· Konstruksi terstruktur yang digunakan : berurutan, IF/THEN/ELSE, CASE, WHILE, UNTIL, CALL (bukan GO TO).
Langkah 6. Menguji Modul (Test The Module)
Programmer menguji modul dengan menetapkan lingkungan yang tepat, menyediakan beberapa input, membiarkan modul langsung memproses secara logik dan mendapatkan hasilnya. Beberapa input mungkin tidak sebenarnya, terutama jika modul tersebut tidak menyediakan input yang sebenarnya.
Modul seharusnya diuji dalam dua tahap, yaitu :
· Tahap Pertama disebut pengujian “White Box”. Programmer harus mengetahui isi di dalam modul dan menyediakan data pengujian, sehingga masing-masing path logical dalam program dapat dieksekusi.
· Tahap Kedua atau pengujian “Black Box” dapat dilakukan. Dalam pengujian ini, programmer mengabaikan bagian dalam dari modul – data disediakan secara berurut dan dianggap seperti pemakaian sebenarnya.
Langkah 7. Menguji Level Terendah dari Integrasi (Test The Lowest Levels Of Integration)
Jika modul utama memanggil sub-modul, programmer harus menggabungkan dan menguji semua modul secara bersama-sama. Bahkan jika programmer tidak bertanggung jawab untuk menulis sub-modul, programmer harus menguji perintah CALL dan RETURN dari seluruh modul.
Metode terbaik untuk melakukan hal ini adalah membuat sebuah “program stub” (potongan program) sebagai pengganti sub-modul. Potongan program ini dapat terdiri dari empat baris program yang menunjukkan bahwa kontrol sudah diterima dengan baik, tampilkan parameter penerima, jika perlu lakukan pengontrolan kembali dengan beberapa parameter yang tidak sebenarnya.
Langkah 8. Menyimpan Semua Hasil Pengujian; Penggabungan Modul-modul Yang Telah Diuji (Save The Results Of All Tests; Submit Finished Modules To Integration)
Hasil pengujian digunakan untuk menyusun statistik yang menunjukkan penyebab, cara perbaikan serta biaya-biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan program. Pimpinan proyek biasanya menguasai/mengepalai penggabungan ini pada sistem berukuran kecil sampai sedang.
Software seperti CMS (Code Management System) sangat berguna untuk menajemen konfigurasi – menjamin program tetap berjalan sesuai versinya dan mengubah ke source code.
Langkah 9. Memulai Dokumentasi User (Get Started On The User Documentation)
Apakah programmer bertanggung jawab pada dokumentasi user atau tidak, tahapan ini adalah waktu terbaik untuk menjawabnya
Sumber : Link
0 parallel run (periode percobaan)
Dalam kedua kasus ini klien menggunakan sistem baru selama ‘X’ hari. Jika tidak ada masalah maka user menerimanya, jika ada masalah maka tim proyek berusaha memperbaikinya dan melakukan kembali percobaan selama ‘X’ hari.
Pendekatan ini cukup mudah, tetapi ada beberapa kekurangan :
1. Masalah kecil dapat membuat anda menjalankan kembali selama ‘X’ hari untuk jangka waktu yang tidak terbatas. Kadang-kadang sistem software yang rumit tidak pernah 100% di-debug.
2. Mungkin sulit untuk mencari penyebab dari suatu masalah. Jika 10 user berada pada sistem yang interaktif dan sistem tersebut rusak, ini merupakan tantangan untuk menemukan dengan tepat apa yang menyebabkan sistem tersebut rusak.
3. Tidak ada jaminan bahwa semua kelebihan sistem akan dicoba dalam ‘X’ hari. Penulis pernah melihat sebuah sistem akuntansi yang diterapkan pada awal tahun fiskal baru. Sistem itu berjalan baik selama masa percobaan (6 bulan) sampai mengalami kegagalan pada akhir tahun fiskal ketika akuntan mencoba untuk melakukan tutup buku. Sayangnya garansinya telah habis dan penjual (vendor) tidak mau memperbaikinya.
4. Biarkan end user masuk ke sistem pada hari pertama yang penerapannya tidak selalu bermanfaat. Karena dalam hal ini faktor penampilan lebih berperan. Seperti dalam roman, kesan pertama sangat penting.
Untuk selengkapnya dapat diunduh disini: Sumber
0 etika dan profesionalisme TSI (softskill)
0 Pengantar Telematika
1 WBS (Work Breakdown Structure)
WBS adalah suatu metode pengorganisaian proyek menjadi struktur pelaporan hierarakis. WBS digunakan untuk melakukan Breakdown atau memecahkan tiap proses pekerjaan menjadi lebih detail.hal ini dimaksudkan agar proses perencanaan proyek memiliki tingkat yang lebih baik.
WBS disusun bedasarkan dasar pembelajaran seluuuh dokumen proyek yang meliputi kontrak, gambar-gambar, dan spesifikasi. Proyek kemudian diuraikan menjadi bagian-bagian dengan mengikuti pola struktur dan hirarki tertentu menjadi item-item pekerjaan yang cukup terperinci, yang disebut sebagai Wok Breakdown Structure.
Pada prinsipnya Work Breakdown Structure (WBS) adalah pemecahan atau pembagian pekerjaan ke dalam bagian yang lebih kecil (sub-kegiatan), alasan perlunya WBS adalah :
1. Pengembangan WBS di awal Project Life Cycle memungkinkan diperolehnya pengertian cakupan proyek dengan jelas, dan proses pengembangan WBS ini membantu semua anggota untuk lebih mengerti tentang proyek selama tahap awal.
2. WBS membantu dalam pengawasan dan peramalan biaya, jadwal, dan informasi mengenai produktifitas yang meyakinkan anggota manajemen proyek sebagai dasar untuk membuat perundingan.
WBS merupakan elemen penting, karena memberikan kerangka yang membantu, antara lain dalam :
1. Penggambaran program sebagai ringkasan dari bagian-bagian yang kecil.
2. Pembuatan perencanaan
3. Pembuatan network dan perencanaan pengawasan.
4. Pembagian tanggung jawab.
5. Penggunaan WBS ini memungkinkan bagian-bagian proyek terdefinisi dengan jelas.
Adapun 3 manfaat utama WBS dalam proses perencanaan dan pengendalian proyak sebagai berikut :
1. Analisa WBS yang melibatkan manajer fungsional dan personel yang lain dapat membantu meningkatkan akurasi dan kelangkapan pendefinisian proyek.
2. Menjadi dasar anggaran dan penjadwalan.
3. Menjadi alat control pelaksanaan proyek, karena panyyimpanan biaya dan jadwal paket kerja tertentu dapat dibandingkan dengan WBS.
0 SPK_4KA05_12107145_Achmad Fachroji
Keuntungan dari kedua produk tersebut masing-masing adalah Rp. 750,- dan Rp. 425,- per unit.
Dari survey terlihat bahwa produk I harus dibuat sekurang-kurangnya 5 unit sedangkan produk II
sekurang-kurangnya 3 unit. Mengingat bahan baku yang ada maka kedua produk tersebut dapat dibuat
paling sedikit 10 unit. Tentukan banyaknya produk yang harus dibuat untuk mendapatkan keuntungan
yang maksimum ? Formulasikan dan selesaikan masalah ini !
untuk penyelesaian dapat diunduh disini
0 pentingnya manajemen kontrol keamanan pada sistem
Salah satu tujuan CBIS adalah untuk memberi dukungan kepada manajer dalam
mengontrol area operasinya
B. HUBUNGAN KONTROL DENGAN KEAMANAN
1. Keamanan adalah proteksi/perlindungan sumber-sumber fisik dan konseptual dari
bahaya alam dan manusia.
2. 6 cara untuk menembus keamanan data dan Informasi
C. PROPERTI SISTEM INFORMASI YANG MEMBERIKAN KEAMANAN ISI DATA DAN
INFORMASI
1. Integritas Fungsional
Kemampuan untuk melanjutkan operasi jika salah satu / lebih komponen tidak
berfungsi
2. Audibilitas (Kemampuan dapat terdengar)
Mudah untuk diperiksa, diverifikasi atau didemonstrasikan penampilannya berarti
harus lulus dalam pengujian Accountability & Visibility
3. Daya kontrol
Penghambatan pengaruh terhadap sistem yaitu dengan membagi system menjadi
subsistem yang menangani transaksi secara terpisah
D. TUGAS KONTROL CBIS
Mencakup semua fase siklus hidup, selama siklus hidup dibagi menjadi kontrol-kontrol
yang berhubungan dengan pengembangan sistem, desain dan operasi
Metode Untuk Mendapatkan dan Memelihara Kontrol CBIS
1. Manajemen dapat melakukan kontrol langsung
2. Manajemen mengontrol CBIS secara tidak langsung dengan terus menerus melalui
CIO.
3. Manajemen mengontrol CBIS secara tidak langsung berkenaan dengan proyeknya
melalui pihak ketiga
E. KONTROL PROSES PENGEMBANGAN
Untuk memastikan bahwa CBIS yg diimplementasikan dpt memenuhi kebutuhan pemakai
atau berjalan sesuai rencana
1. Fase Perencanaan
Mendefinisikan tujuan dan kendala
2. Fase Analisis & Disain
Mengidentifikasi kebutuhan informasi
Menentukan kriteria penampilan
Menyusun disain dan standar operasi CBIS
3. Fase Implementasi
Mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima
Memastikan apakah memenuhi criteria penampilan
Menetapkan prosedur utk memelihara CBIS
4. Fase Operasi & Kontrol
Mengontrol CBIS selagi berevolusi selama fase SLC
Memastikan bahwa CBIS yang diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan
F. KONTROL DISAIN SISTEM
Tujuan untuk memastikan bahwa disainnya bisa meminimalkan kesalahan,
mendeteksi kesalahan dan mengoreksinya.
Kontrol tidak boleh diterapkan jika biayanya lebih besar dari manfaatnya. Nilai atau
manfaat adalah tingkat pengurangan resiko.
I. Permulaan Transaksi (Transaction Origination)
Perekaman satu elemen data/lebih pada dokumen sumber
1. Permulaan Dokumentasi Sumber
Perancangan dokumentasi
Pemerolehan dokumentasi
Kepastian keamanan dokumen
2. Kewenangan
Bagaimana entry data akan dibuat menjadi dokumen dan oleh siapa
3. Pembuatan Input Komputer
Mengidentifikasi record input yang salah dan memastikan semua data input
diproses
4. Penanganan Kesalahan
Mengoreksi kesalahan yang telah dideteksi dan menggabungkan record yg
telah dikoreksi ke record entry
5. Penyimpanan Dokumen Sumber
Menentukan bagaimana dokumen akan disimpan dan dalam kondisi
bagaimana dapat dikeluarkan
II. Entri Transaksi
Entri Transaksi mengubah data dokumen sumber menjadi bentuk yang dapat
dibaca oleh komputer.
1. Entri Data
Kontrol dalam bentuk prosedur tertulis dan dalam bentuk peralatan
inputnya sendiri. Dapat dilakukan dengan proses offline/online
2. Verifikasi Data
a. Key Verification (Verifikasi Pemasukan)
Data dimasukkan ke sistem sebanyak 2 kali
b. Sight Verification (Verifikasi Penglihatan)
Melihat pada layar sebelum memasukkan data ke system
3. Penanganan Kesalahan
Merotasi record yang telah dideteksi ke permulaan transaksi untuk
pengoreksian
4. Penyeimbangan Batch
Mengakumulasikan total setiap batch untuk dibandingkan dengan total yang sama yang dibuat selama permulaan transaksi
III. Komunikasi Data
Tanggungjawab manajer jaringan dengan menggabungkan ukuran keamanan ke dalam
sistem dan memonitor penampilan untuk memastikan keamanan telah dilakukan dgn
baik
ii. Kontrol Pengiriman Data
iii. Kontrol Channel Komunikasi
iv. Kontrol Penerimaan Pesan
v. Rencana Pengamanan Datacom Secara Keseluruhan
IV. Pemrosesan Komputer
Dikaitkan dengan input data ke komputer dan dibanguun dalam program dan database
i. Penanganan Data
ii. Penanganan Kesalahan
iii. Database dan Perpustakaan Software
# Password # Direktori Pemakai
# Direktori Field # Enkripsi
V. Output Komputer
Komponen subsistem ini bertanggung jawab untuk mengirimkan produk jadi kepada
pemakai
i. Distribusi
Kontrol pada distribusi laporan berusaha untuk memastikan ketepatan orang yang
menerima output.
ii. Penyeimbangan Departemen Pemakai
Bila departemen pemakai menerima output dari komputer, maka keseluruhan
kontrol dari output dibandingkan dengan total yang sama yang telah ditetapkan
pada waktu pertama kali data input dibuat.
iii. Penanganan Kesalahan
Kelompok kontrol tertentu dapat ditetapkan didalam area pemakai dengan
menjalankan prosedur formal untuk mengoreksi kesalahan.
iv. Penyimpangan Record
Tujuan komponen kontrol yang terakhir ini adalah untuk memelihara keamanan
yang tepat terhadap output komputer dan untuk mengontrol penyelesaian yang sia-sia.
v. Penyeimbangan Operasi Komputer
Kontrol ini memungkinkan pelayanan informasi untuk memverifikasi bahwa semua
batch dan transaksi yang diterima dari departemen pemakai telah diproses.
G. KONTROL TERHADAP PENGOPERASIAN SISTEM
Kontrol pengoperasian sistem dimaksudkan untuk mencapai efisiensi dan
keamanan.
Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat diklasifikasikan
menjadi 5 area :
1. Struktur organisasional
Staf pelayanan informasi diorganisir menurut bidang spesialisasi. Analisis,
Programmer, dan Personel operasi biasanya dipisahkan dan hanya
mengembangkan ketrampilan yang diperlukan untuk area pekerjaannya sendiri.
2. Kontrol perpustakaan
Perpustakaan komputer adalah sama dengan perpustakaan buku, dimana
didalamnya ada pustakawan, pengumpulan media, area tempat penyimpanan
media dan prosedur untuk menggunakan media tersebut. Yang boleh mengakses
perpustakaan media hanyalah pustakawannya.
3. Pemeliharaan Peralatan
Orang yang tugasnya memperbaiki computer yang disebut Customer Engineer
(CE) / Field Engineer (FE) / Teknisi Lapangan menjalankan pemeliharaan yang
terjadwal / yang tak terjadwal.
4. Kontrol lingkungan dan keamanan fasilitas
Untuk menjaga investasi dibutuhkan kondisi lingkungan yang khusus seperti ruang
computer harus bersih keamanan fasilitas yang harus dilakukan dengan
penguncian ruang peralatan dan komputer.
5. Perencanaan disaster
i. Rencana Keadaan darurat
Prioritas utamanya adalah keselamatan tenaga kerja perusahaan
ii. Rencana Backup
Menjelaskan bagaimana perusahaan dapat melanjutkan operasinya dari ketika
terjadi bencana sampai ia kembali beroperasi secara normal.
iii. Rencana Record Penting
Rencana ini mengidentifikasi file data penting & menentukan tempat penyimpanan kopi duplikat.
iv. Rencana Recovery
Rencana ini mengidentifikasi sumber-sumber peralatan pengganti, fasilitas
komunikasi da pasokan-pasokan.
MENGAMANKAN SUMBER DAYA INFORMASI
Perusahaan melakukan investasi besar dalam sumber daya informasinya
Sumber daya tersebar di seluruh organisasi dan tiap manajer bertanggungjawab atas
sumber daya yang berada di areanya, membuat mereka aman dari akses yang tidak
sah
KEAMANAN SISTEM
Tujuan Keamanan Sistem (System Security)
1. Kerahasiaan
Perusahaan berusaha melindungi data dan informasi dari pengungkapan kepada
orang-orang yang tidak berhak
2. Ketersediaan
Tujuan CBIS adalah menyediakan data dan informasi bagi mereka yg berwenang untuk
menggunakannya terutama bagi subsistem CBIS yang berorientasi informasi SIM, DSS
dan SP
3. Integritas
Semua subsistem CBIS harus menyediakan gambaran akurat dari sistem fisik yang
diwakilinya
ANCAMAN KEAMANAN
1. Pengungkapan tidak sah dan pencurian
Jika database dan software tersedia bagi orangorang yang tidak berwenang untuk
mendapatkan aksesnya, hasilnya dapat berupa kehilangan informasi
2. Penggunaan tidak sah
Orang-orang yang biasanya tidak berhak menggunakan sumber daya perusahaan
3. Penghancuran tidak sah dan penolakan jasa Orang dapat merusak / menghancurkan
hardware dan software menyebabkan terhentinya operasi komputer perusahaan
4. Modifikasi tidak sah
5. Jenis modifikasi yang sangat mencemaskan disebabkan oleh sotware yang merusak
yang terdiri dari program lengkap/segmen kode yg melaksanakan fungsi yang tidak
dikehendaki pemilik system
Dasar untuk keamanan terhadap ancaman oleh oangorang yang tidak berwenang adalah
pengendalian akses karena jika orang tidak berwenang ditolak aksesnya ke sumber daya
informasi, perusakan tidak dapat dilakukan
PENGENDALIAN AKSES
1. Identifikasi pemakai (User Identification)
Pemakai mula-mula mengidentifikasi diri sendiri dengan menyediakan sesuatu yang
diketahuinya seperti kata sandi
2. Pembuktian keaslian pemakai (User Authentication)
Pemakai membuktikan haknya atas akses dengan menyediakan sesuatu yang
menunjukkan bahwa dialah orangnya, seperti tanda tangan
3. Otorisasi pemakai (User Authorization)
User Identification dan User Authentication menggunakan profil pemakai / penjelasan
mengenai pemakai yang berwenang User Authorization menggunakan file
pengendalian akses yang menentukan tingkat-tingkat akses yang tersedia untuk tiap
pemakai
Suatu AUDIT LOG disimpan untuk semua kegiatan pengendalian akses seperti tanggal,
jam serta identifikasi terminal. LOG digunakan untuk menyiapkan laporan keamanan
SUMBER : http://www.google.co.id/
0 BAB 4 KESIMPULAN
Dengan perancangan penjualan aplikasi online ini, penulis mencoba untuk menarik kesimpulan bahwa aplikasi ini dapat menjadi alternatif untuk mempermudah proses pembelian, penjualan dan promosi barang.
Selain itu dengan adanya aplikasi ini dapat melebarkan jangkauan bisnis, menurunkan biaya operasi, dan juga dapat meningkatkan customer loyality bagi suatu perusahaan.
Dengan demikian fasilitas yang ada di Internet merupakan saran yang efektif untuk mempromosikan suatu barang atau jasa, informasi dan komunikasi.
4.2. Saran
Dalam pembuatan situs web ini, pastilah banyak kekurangan mengenai isi dan informasi yang disajikan. Hal ini disebabkan karena keterbatasan dan kemampuan penulis dalam membuat situs web ini, oleh karena itu sangatlah perlu penyempurnaan dari situs web ini. Misalnya dengan membuat program yang dapat melindungi website ini khususnya pada bagian adminnya agar tidak sembarang orang bisa mengakses databasenya. Program pengamanan ini bisa dilakukan dengan cara melindungi halaman-halaman administrasinya dengan sistem authentifikasi. Dan sebaiknya pembayaran atas barang yang akan atau mau dibeli bisa dilakukan secara online dengan menggunakan kartu kredit.
0 BAB 1 PENDAHULUAN
Pada era globalisasi saat ini internet telah menjadi satu alat bagi para usahawan guna meningkatkan produktivitas perusahaan mereka. Salah satunya dengan menggunakan aplikasi e-commerce. Dengan komunitas yang semakin meningkat di dunia internet sehingga perdangangan melalui media online/internet (e-commerce) menjadi salah satu pilihan yang diminati oleh para pengusaha untuk memperluas jangkauan bisnisnya.
E-commerce merupakan cara bagi konsumen untuk dapat membeli barang yang diinginkan secara online, hal inilah yang mungkin di nilai baik bagi para konsumen. Tidak perlu berlama-lama antri atau berdesak-desakkan untuk mendapatkan suatu barang atau jasa yang diinginkan, bahkan tidak membuang banyak waktu, biaya dan tenaga yang terbuang sia-sia jika pihak konsumen melakukan cara ini.
Dalam dunia makanan, e-commerce juga mempunyai peranan penting untuk memperkenalkan jenis makanan tersebut kepada masyarakat secara cepat. Contohnya adalah roti dan kue basah, sebuah makanan ringan yang mungkin sangat dinikmati oleh masyarakat kebanyakan. Mungkin masih banyak para usahawan yang melakukan usaha ini secara manual, yang masih dinilai belum begitu baik dan menguntungkan karena dinilai masih mempersulit konsumen untuk mendapatkannya. Salah satu kendalanya adalah masalah tempat, karena jika tempat usahawan tersebut jauh dari jangkauan konsumen bisa saja konsumen itu akan mengurungkan niatnya untuk memdapatkan roti dan kue basah tersebut.
Pada kesempatan ini, penulis juga memanfaatkan e-commerce untuk mempublikasikan sebuah toko pembuatan roti dan kue basah tersebut secara on-line agar konsumen tidak perlu merasa sulit atau repot lagi untuk mendapatkannya.
1.2. Batasan Masalah
Dalam penulisan ilmiah ini, penulis membatasi pembuatan website penjualan online roti dan kue basah hanya sampai pada tahap pemesanan dan melakukan pembayaran secara COD untuk daerah JABODETABEK.
1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ilmiah ini adalah membuat website penjualan online roti dan kue basah pada toko Sumber Rejeki dengan menggunakan PHP dan MySQL, agar dapat mempermudah masyarakat dalam proses pemesanan, pembelian, pencarian dan promosi roti dan kue basah, selain itu juga dapat meningkatkan penjualan bagi toko itu sendiri.
1.4. Metode Penelitian
Penulisan ilmiah ini melalui beberapa proses yaitu :
A. Pengumpulan bahan yaitu buku, sebagai pengetahuan dasar dalam pembuatan
website.
B. Observasi, yaitu melalui pengamatan secara langsung berikut lingkungan fisiknya dan atau pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang berjalan. Dengan langsung mengadakan pencatatan secara sistematis ke tempat penjualan roti dan kue basah tersebut.
1.5. Sistematika Penulisan
Penulisan ilmiah ini dibuat berdasarkan sistematika yang sudah ditentukan, dengan tujuan mempermudah dan memperjelas bagaimana penulisan ini disusun.
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab satu penulis menguraikan permasalahan secara umum yaitu mengenai latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Pada bab dua dijelaskan teori-teori yang berhubungan untuk pembuatan aplikasi ini, yaitu teori e-commerce, teori PHP dan teori MySQL.
BAB III PEMBAHASAN
Pada bab ini menjelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan proses pembuatan website, struktur navigasi, rancangan tampilan, pembuatan database, pembuatan desain input dan output.
BAB IV PENUTUP
Dalam bab ini penulis memberikan kesimpulan dan saran yang merupakan ringkasan dari isi penulisan ilmiah ini.
0 1.3 Rumusan Masalah
b. Apakah website penjualan online roti dan kue basah ini berpengaruh positif terhadap pemilik toko?
c. Bagaimanakah cara melakukan transaksi secara online dalam website penjualan online roti dan kue basah ini?
d. Apa yang harus ditambahkan pada website penjualan online roti dan kue basah ini agar system keamanan tetap terjamin dan terjaga?
0 1.2 Batasan Masalah
0 Latar Belakang
E-commerce merupakan cara bagi konsumen untuk dapat membeli barang yang diinginkan secara online, hal inilah yang mungkin di nilai efektif dan efisien bagi para konsumen. Tidak perlu berlama-lama antri untuk mendapatkan suatu barang atau jasa yang diinginkan, bahkan tidak membuang banyak waktu, biaya dan tenaga yang terbuang sia-sia jika melakukan cara ini.
Dalam dunia makanan terutama makanan ringan, e-commerce juga mempunyai peranan penting untuk memperkenalkan jenis makanan ringan tersebut kepada masyarakat secara cepat. Contohnya adalah roti mini, sebuah makanan ringan yang mungkin sangat dinikmati oleh masyarakat kebanyakan. Mungkin masih banyak para usahawan yang melakukan usaha ini secara manual, yang masih dinilai belum begitu efektif dan efisien karena dinilai masih mempersulit konsumen untuk mendapatkannya. Salah satu kendalanya adalah masalah tempat, karena jika tempat usahawan roti mini tersebut jauh dari jangkauan konsumen bisa saja konsumen itu akan mengurungkan niatnya untuk memdapatkan roti mini tersebut.
Pada kesempatan ini, penulis juga memanfaatkan e-commerce untuk mempublikasikan sebuah toko pembuatan roti mini tersebut. Sehingga konsumen tidak perlu merasa susah atau repot lagi untuk mendapatkan makanan ringan, terutama roti mini.
2 Sebuah Ungkapan Hatiku
Saat malam merayap sunyi
bisu membelai batin jiwaku
terhenyak aku dalam jiwamu nan membeku
hancurnya hati berkeping tak bersatu
namun kucoba melangkah
walau tertatih dan tersaruk lara
yang mendera isi hatiku
mencoba mengetuk keangkuhanmu
dimana nuranimu?
Sekeras karangkah hatimu?
Roda hidup hanyalah sebuah pasir keberuntungan
menemani bergulirnya waktu
tiba saat berganti
tawa kesombongan
hanya tangis menyayat dinding hati
Sakit.. perih.. tak berganti
Meski nurani ingin berhenti dan kembali
namun kini tak berarti..
0 Handphone klasikku
Teringat di saat masa SMA dulu, dimana kebanyakan canda tawa selalu terpapar ceria disetiap paras wajah para pengguna seragam putih abu-abu. masa-masa dimana semua terasa indah dan ingin sekali rasanya mengulang kembali kenangan itu saat ini. Remaja yang ingin berpenampilan beda, menarik perhatian dari lawan jenis. ohh, masa puber yang sangat membahagiakan.
Satu barang yang selalu mengikut dalam kantong celanaku, yang sangat mengingatkanku akan masa SMA dulu. Ya, sebuah handphone hasil pembelian dari uang tabunganku sendiri. Bangga, mungkin itu kata yang tepat yang dapat aku ucapkan untuk diriku sendiri. Begitu banyak kenanganku dengan handphone itu, walau mungkin saat ini sudah banyak sekali handphone-handphone yang lebih canggih tetapi itu tidak pernah menjadikan alasan aku untuk mejalankan niatku untuk mengganti handphone ku ini dengan yang lain.
Pesan singkat atau yang lebih kita kenal dengan sebutan SMS, yang terkirim dari teman-teman ku semasa SMA dulu sampai saat ini pun tidak sedikit yang masih tersimpan dalam handphone ku. pengharapan, kemesraan, persahabatan hingga kekecewaan masih ada dalam memory handphone ku itu.
Entah sampai kapan handphone ini akan selalu ada di dalam genggamanku, begitu sayangnya mungkin diriku. Jika orang-orang bilang sekarang mungkin adalah "Lebay", tapi memang begitulah adanya.
Kenanganku Hp klasikku :)
0 Puisi tanpa judul
0 KEBAHAGIAANMU ADALAH MIMPIKU, AYAHKU
Anak laki laki umumnya bermain bola sepak bersama di lapangan depan rumahku. Dan aku hanya dapat melihat mereka di kamar ini, menyaksikan canda tawa mereka tanpa masuk ke dalam ruang lingkup mereka. Ya, aku menyadari itu. Tubuhku yang cacat lah yang menghalangiku untuk bermain bersama anak normal lainnya. Kaki mereka dapat dengan lincah berlari kesana kemari, aku hanya dapat duduk di kursi roda ini. Tangan mereka dapat menggenggam sesuatu dengan bebas. Sedangkan aku, untuk mengambil gelas di meja pun tak becus. Ada ketidak sinkron-an antara otak dan gerakan ku. Orangtua ku mengalami kecelakaan saat ibu sedang mengandungku. Hingga terjadi gangguan pada kandungannya.
Orang-orang biasa memanggilku Rio. Ayah seorang diri mengasuhku sejak kecil, hingga umurku yang sekarang telah 14 tahun. Ibu meninggal karena kanker paru-paru nya saat aku berumur dua tahun. Ayah hanya tukang service alat elektronik di kios kecil dekat pasar. Aku bersekolah di Yayasan Putra Harapan, dimana anak-anak cacat lainnya bersekolah. Aku dan ayah hidup sederhana apa adanya.
Tapi ada suatu dendam di hatiku saat melihat orang-orang memandang aku dan ayah dengan sebelah mata. Sakit yang tak pernah terungkapkan oleh bibirku yang tak mampu berbicara selancar orang pada umumnya. Bibirku yang hanya dapat berbicara dengan suara yang tak jelas takkan mampu meneriakkan segala emosi ku untuk mengungkapkan kemarahan ku terhadap orang-orang itu. Batinku menangis di setiap ayah mengurut dada dengan perlakuan orang-orang yang meremehkan keluarga kami.
Di suatu saat terbesit harapan ku untuk mengangkat derajat hidup keluarga. Tapi aku melihat diriku sendiri. Anak cacat, yang tak bisa buang air sendiri. Apakah pantas aku menjadi orang sukses?
Ku ambil sebuah buku gambar di sampingku, dengan cat air yang ayah beli bulan lalu saat aku meminta nya di pasar. Kubuka lembaran buku putih itu dan ku celupkan kuas ke dalam warna cat air . Sekuat tenaga ku seimbangkan gerak tanganku. Perlahan tanganku menggoreskan kuas itu ke lembar putih. Sungguh sulit, disaat aku menggerakkan arah tanganku dengan kemauanku. Goresan-goresan tanganku melangkah lebih lancar. Ayah telah berdiri di depan pintu kamar, menghampiriku. Sedikit terkejut aku dibuatnya. Ayah melihat karyaku. Tersenyum penuh makna, “besok akan ayah belikan alat melukis yang bagus ya nak”.
Keesokan harinya ayah benar membelikan alat –alat lukis untukku. Bagus memang, pasti dengan harga yang tak dapat dibilang murah juga. Aku belajar melukis lebih giat lagi. Hingga ayah mempercayakan karyaku untuk diajukan ke sebuah pameran seni lukis.
Dan disini nasib hidup kami berubah. Para seniman mengacungkan jempol untuk karya seni ku, walaupun aku sama sekali tak mengenal teknik lukis secara formal sebelumnya. Namaku disebut-sebut di banyak surat kabar. Anak keterbelakangan mental dan fisik dapat menciptakan karya seni berselera dunia. Kurang lebih seperti itu ungkapan surat kabar yang menceritakan ku.
Kini aku dapat menunjukkan kepada orang-orang, bahwa aku dapat menaikkan derajat hidup aku dan ayahku, bukan untuk dipandang sebelah mata.
Anda dapat mengambil pelajaran hidup dalam cerita ini, bahwa fisik dan materi tak akan menghalangi keberhasilan seseorang karena tak akan ada yang dapat mengalahkan tekad dan usaha selain Tuhan. Semoga tulisan ini mampu menyemangati kita semua dalam menjalankan hidup, terima kasih.
0 Sudut Ruangku
Nama ku Sata, aku adalah putra bungsu dari tiga bersaudara. Anak terbengal dalam rumah, itulah anggapan dari kakak-kakak dan orangtuaku. Nilai rapor ku yang miskin poin dan tingkah-tingkah onar ku di sekolah sudah lumrah mereka terima. Sebenarnya aku terusik dengan omongan orangtua yang selalu membanding bandingkan aku dengan kakak-kakak ku. Silla, kakak pertama yang selalu jadi juara kelas. Vino, anak kedua yang terkenal dengan karya tulisnya yang sudah tampil di beberapa novel. Dan aku, anak yang punya otak pas pas-an, ditambah ruang BK yang selalu menjadi tempat favorit untuk aku datangi.
Tapi jauh dari itu semua, Sata dewasa sebenarnya ingin sekali menunjukan kasih sayangnya ke mereka. Hingga akhirnya aku baru disadarkan dengan obat obatan yang sudah merekat di tubuh ku ini, meninggalkan kehancuran untuk semuanya. Awalnya memang gank itu yang membuat aku buta, menganggap hidup dengan mereka lebih membahagiakan dibanding hidup dengan keluarga yang aku anggap selalu banyak aturan dan persaingan antar saudara untuk memikat hati kedua orangtua. Dan sekarang penyesalan itu hanya membusuk di ruang rehab ini .
Aku tahu sekarang, dimana aku butuh keluarga, butuh perlindungan di tengah-tengah kasih orang terdekatku. Disaat nyeri menusuk tulang, sendi sendi yang ngilu tanpa daya, memori ku berputar ke arah lalu. Dimana Sata kecil yang berlari lari di taman kota bersama kakak-kakak yang menggandeng kedua tangannya. Ayah dan bunda yang duduk berdampingan di kursi taman tertawa kecil melihat tingkah kami.
Dinginnya air yang membuta tak henti mengguyur tubuh, semakin mempercepat memori berputar. Dimana aku masih bisa merasakan hangatnya pelukkan bunda sepulang kehujanan dari sekolah, dengan cokelat panas yang diminum bersama kakak-kakak ku di gelas tangkai besar hingga pipi kami terlukis oleh cokelat cair. Kini hanya tubuh meringkuk kedinginan di sudut ruang.
aku rindu suasana itu ..
Tangan menggigil itu meraih alat perekam yang sempat terbawa dari rumah. Suara gemetar memecah kesunyian.
Di dunia yang kelam
Ku temukan kebebasan
Yang kuanggap adalah kebahagiaan
Namun kenyataan berkata beda..
Hidup yang ku dambakan
Kini telah terhapuskan
Sejauh ini ku baru disadarkan
Bahwa aku salah jalan
Kini ku mengerti yang terjadi
Diri ku tak dapat seperti dulu..
Kini hanya mimpi indah
Yang tak akan mungkin dialami..
Ingin aku melangkah maju
Dan tak akan terjatuh lagi..
Ini adalah harapku Tuhan
Ku mohon Kau dapat mendengarnya..
Selang dari beberapa saat kesunyian yang kembali mengisi ruang, “Selamat hari ibu, … Bunda”. Ucapnya lirih. Dengan ragu, tangannya menyodorkan alat rekaman itu ke depan bunda yang datang menjenguk Sata di keesokan harinya . Bertepatan saat hari ibu.
Kadang sebuah kata-kata terlalu sulit diungkapkan secara blak blak-an oleh orang seperti Sata. Tapi di tengah keadaan yang membuatnya terpuruk, ternyata kasih sayang nya sebagai seorang anak mengalahkan itu semua.
Cerita ini hanya sebagai simbol saya untuk memperingati Hari Ibu. Tema nya pun hanya seadanya yang terlintas di pikiran saya. Maaf jika kurang memuaskan, Selamat hari Ibu.


