Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

0 Sejarah Futsal

Rabu, 09 Desember 2009
Futsal diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.

Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.

Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.

Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California. Futsal The Rule of The Game

Peraturan

Lapangan permainan

1. Ukuran: panjang 25-42 m x lebar 15-25 m

2. Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan

3. Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari setiap pos

4. Garis penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang

5. Garis penalti kedua: 12 m dari titik tengah garis gawang
6. Zona pergantian: daerah 6 m (3 m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
7. Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
8. Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif

Bola
1. Ukuran: #4
2. Keliling: 62-64 cm
3. Berat: 390-430 gram
4. Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
5. Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu, tak berbahaya)

Jumlah pemain

1. Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
2. Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2
3. Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
4. Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
5. Metode pergantian: "pergantian melayang" (semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)

Perlengkapan pemain:

Kaos bernomor, celana pendek, kaus kaki, pelindung lutut, dan alas kaki bersolkan karet

Lama permainan
1. Lama: dua babak 20 menit; waktu diberhentikan ketika bola berhenti dimainkan. Waktu dapat diperpanjang untuk tendangan penalti.
2. Time-out: 1 per regu per babak; tak ada dalam waktu tambahan
3. Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit


Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Futsal

0 Budaya Batik

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.
 

Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.

Corak batik

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

Baju Batik di Indonesia

Pada awalnya baju batik kerap dikenakan pada acara acara resmi untuk menggantikan jas. Tetapi dalam perkembangannya apda masa Orde Baru baju batik juga dipakai sebagai pakaian resmi siswa sekolah dan pegawai negeri (batik Korpri) yang menggunakan seragam batik pada hari Jumat. Perkembangan selanjutnya batik mulai bergeser menjadi pakaian sehari-hari terutama digunakan oleh kaum wanita. Pegawai swasta biasanya memakai batik pada hari kamis atau jumat.

Baju batik di Malaysia

Setiap hari Kamis, semua pegawai negeri lelaki di Malaysia diharuskan memakai baju batik Malaysia mulai 17 Januari 2008. Ketua Pengarah Jabatan Perkhidmatan Awam Tan Sri Ismail Adam telah membagikan kepada semua jabatan kerajaan.

Sebelum ini peraturan memakai baju batik hanya pada hari Sabtu saja. Kemudian diubah kepada hari ke-1 dan hari ke-15 setiap bulan. Tetapi banyak yang melupakannya

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Batik

0 Ketika Presiden RI Menolak Kunjungan Presiden AS

Senin, 07 Desember 2009
Indonesia mengejutkan dunia saat presidennya menolak kunjungan presiden Amerika Serikat (AS). Penolakan itu disampaikan oleh menteri luar negeri Republik Indonesia (RI) kepada menteri luar negeri AS dengan sebelumnya menyampaikan permintaan ma’af melalui email pribadi masing-masing.

Negara Amerika Serikat yang terdiri dari 50 negara bagian dengan sejarah panjang menguasai negara-negara ketiga tidak seharusnya diremehkan. Kunjungan presiden AS kali ini adalah dalam rangka diskusi perbaikan ekonomi global dan mestinya kunjungan tersebut sangat berpengaruh bagi negara-negara lain di Asia Tenggara. Presiden AS melalui juru bicaranya, menteri luar negeri, menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang egois, tidak tahu berterima kasih dan tidak pernah belajar dari sejarah.

Dalam acara ramah tamah dan buka puasa bersama, presiden RI mengucapkan terima kasih atas kritikan tersebut. Beliau merasa egois jika tidak meresponnya. Beliau juga menanyakan sejarah mana yang dimaksud. Dan berikut ini penjelasan presiden RI atas penolakan kunjugan presiden AS. Beliau membacakannya, tanpa teks, di sebuah desa di pedalaman Kalimantan seperti yang beliau kirim kepada presiden AS lewat email.

Alasan pertama dan seperti kunjungan-kunjungan presiden AS sebelumnya yang diterima oleh presiden-presiden RI sebelum dirinya adalah karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan pemerintah RI sehubungan dengan kunjungan itu. Bayangkan, jika kunjungan satu orang saja dapat memakan biaya hingga 6 milyar rupiah. Padahal tahun lalu, dengan biaya kurang dari 6 miliar pemerintah Indonesia mampu mendirikan lebih dari 20 SD dan memperbaiki puluhan SD di delapan daerah. Alasan kedua menegaskan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang selalu belajar dari sejarah. Sebagaimana kita tahu bahwa tiap kali kedatangan presiden AS selalu diwarnai dengan demonstrasi mahasiswa dan organisasi massa lain yang menolak kunjungannya. Oleh karena itu presiden RI dengan segala hormat menawarkan penolakan dari beliau sendiri daripada lewat demonstrasi yang penuh caci maki dan dapat merendahkan martabat negara AS yang besar. Dan alasan ketiga yang juga belajar dari sejarah adalah sehubungan dengan kunjungannya yang mendadak. Beliau berpendapat bahwa sudah sewajarnya beliau menolak kunjungan tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa presiden RI, sejak terpilih, mempunyai jadwal yang sangat padat. Bahkan dalam biografinya tertulis jika beliau hanya tidur kurang dari dua jam sehari dan beliau sangat memanfaatkan waktu perjalanannya untuk istirahat. Jadwal kunjungan presiden AS berbenturan dengan kunjungan presiden RI ke daerah bencana banjir dan longsor di Sumatra Utara. Beliau berpesan pada presiden AS agar membuat janji terlebih dahulu sebelum berkunjung minimum dua tahun sebelumnya. Semoga presiden AS memaklumi.

Dan tanpa mengurangi rasa hormatnya pada presiden AS, presiden RI memberikan pilihan lain untuk bertemu yaitu dengan ikut menemani beliau ke Sumatra Utara untuk membantu para korban banjir dan longsor.

Itu merupakan satu-satunya pilihan terbaik yang beliau sebut dengan alternatif 2 in 1, atau mungkin 3 in 1 karena ditambah dengan turut menemani beliau makan sahur dan buka puasa bersama para korban banjir dan tanah longsor. Meski akhirnya presiden AS dapat memaklumi alasan penolakan tersebut, namun ia tetap akan melakukan kunjugannya. Ia meminta perwakilan dari presiden RI agar dapat menerima kunjungannya. Dan syukur alhamdulillah, Presiden RI berkenan dengan permintaan tersebut. Beliau menanyakan pada para menterinya apakah ada yang berminat menerimanya?

Perlu Anda ketahui bahwa penolakan kunjungan ini terjadi di tahun 2060 setelah pemerintah Indonesia melalui Bank Mandiri membeli seratus persen saham Microsoft, Google, Shell, BP, Hilton, Citibank, American Express (selanjutnya berubah menjadi Indonesian Express), klub sepak bola Manchester United; kemudian memindahkan kantor pusat PBB ke Purworejo dan menjadi Dewan Keamanan tetapnya; membangun pusat energi nuklir terbesar di dunia di pulau Sidoarjo; memindahkan Hollywood ke Bali dan mengubah namanya menjadi Baliwood; mendirikan universitas sekelas Harvard, Princeton, MIT dan Cambridge; memenangkan lima Olimpiade berturut-turut; menjadi negara bebas polusi; dan menjadi salah satu negara yang selamat setelah seperempat bagian dunia terkena gempa dan tsunami termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Tuhan berkenan dengan keselamatan bangsa Indonesia karena para pemimpinnya yang jujur dan adil.

Sumber : http://cerpen.net/cerpen-lucu/ketika-presiden-ri-menolak-kunjungan-presiden-as.html

0 Salah Kaprah dalam Pelafalan Bahasa Indonesia

Sebagai bahasa nasional, Bahasa Indonesia mengalami tahap-tahap yang sangat penting dalam sejarah perkembangannya. Dimulai dari 1901, disusun ejaan resmi bahasa Melayu oleh Ch. Van Ophuysen dalam Kitab Logat Melayu sebagai cikal bakal bahasa Indonesia. Pada 1928 Bahasa Indonesia diikrarkan dalam Sumpah Pemuda sebagai bahasa persatuan. Kemudian tahun 1942 kedudukan bahasa Indonesia semakin kokoh akibat kekalahan belanda terhadap Jepang, yang secara otomatis bahasa Belanda tidak boleh dipergunakan lagi, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam situasi resmi. Tahun 1945 Bahasa Indonesia memperoleh kedudukannya yang lebih pasti sebagai bahasa nasional, bahasa resmi, bahasa kesatuan dan bahasa negara. Kemudian, dengan penetapan pemakaian ejaan baru oleh Presiden RI tanggal 16 Agustus tahun 1972, selangkah bahasa Indonesia maju menuju kesempurnaannya. (Lihat J.S Badudu.1985)

Melihat sejarah perkembangan bahasa Indonesia yang hampir mencapai satu abad, ternyata bukanlah hal yang mudah untuk menyempurnakannya dan menjaga dari pengaruh-pengaruh bahasa-bahasa lain (asing). Bahasa Indonesia masih belum cukup dewasa menahan gempuran dari bahasa-bahasa asing yang selalu mempengaruhinya. Selain ketidakmampuaannya dalam menahan gempuran, bahasa Indonesia juga masih ada yang terjadi salah kaprah penggunaanya, yang kali ini penulis coba mengangkat kesalahkaprahan bahasa Indonesia, dari segi cara pelafalan membaca akrostik dan akronim.

Bahasa Indonesia dari segi pembacaan kata akrostik dan akronim masih banyak-apakah karena sengaja atau karena sudah menjadi kebiasaan- yang salah kaprah. Ada beberapa kata yang pelafalannya kita menyesuaikan dengan lidah melayu, namun ada juga yang sedikit menggilitik lidah kita pelafalannya mengikuti dari kata aslinya –maksudnya bahasa asing- yang secara tidak sadar kita menganggap bahwa itu adalah pelafalan lidah orang melayu, khususnya orang Indonesia. Berikut akan penulis coba berikan contoh, mudah-mudahan menggugah hati anda.

Antara TV dan TVRI

Dalam pengucapannya, kita mengucapkannya dengan gaya pelafalan ejaan bahasa Inggris. TV (baca: tivi) mengapa kita tidak melafalkannya ‘teve’. Bukankah dalam bahasa Indonesia fonem t dibaca ‘te’ dan fonem v dibaca ‘ve’? Mungkin jika ingin membeli TV dan melafalkannya dengan ‘teve’ sudah pasti kita akan ditertawakan. Namun, ketika melafalkan nama stasiun TV pemerintah ‘TVRI’, kita melafalkannya dengan te-ve-er-i- bukan ti-vi-ar-ei-. Bagaimana menurut Anda, apakah benar? Hal ini sudah memasyarakat pada pengguna Bahasa Indonesia, suatu kesalahan yang sudah menjadi anggapan benar.

KFC dan A&W

Begitu juga dengan pelafalan dua merek dagang makanan dari luar negeri ini. KFC dan A&W. Kita melafalkan KFC dengan ka-ef-ci sesuai dengan pelafalan bahasa Inggris. Namun, ketika bertemu dengan merk dagang yang berbeda namun asalnya sama kita melafalkan A&W dengan pelafalan lidah melayu -a- dan –w-. Mengapa kita tidak melafalkannya sama seperti melafalkan KFC. Baca saja A&W dengan (Ei and doble yuu). Kini gilirannya, jika melafalkan demikian –ei and doubleyuu-, bisa jadi kita dibilang katrok oleh orang yang mendengarnya.

DVD dan VCD

Pelafalan DVD dan VCD Orang indonesia melafalkannya bukan (de-ve-de) tetapi (di-vi-di) Mengikuti pelafalan bahasa inggris. Begitu juga dengan VCD dilafalkan dengan vi-ci-di.

Handphone (HP)
Pada alat elektronnik yang satu ini pun kita juga salah kaprah. Mengapa pada pelafalannya kita tidak melafalkan dengan lidah Inggris. HP dibaca (eitch-pi). Tapi dalam kesehariannya kita melafalkan HP (hape). Bagaimana menurut Anda?

Tetapi walaupun demikian, tidak semua pelafalan dalam bahasa indonesia yang diserap dari bahasa asing menjadi salah kaprah. Satu contoh yang tepat, computer yang dalam bahasa Inggris dibaca –kompiyuterr-, tetapi dalam bahasa Indonesia diserap komputer, pelafalannya pun menjadi komputer. Sesuai dengan lidah orang Melayu bukan?

Melihat adanya kesalah kaprahan yang terjadi, semoga kita tidak semakin manambah kesalahan yang sudah ada. Belajarlah dari kesalahan. Hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga, badan, departemen atau sejenisnya yang menangani masalah kebahasaan, tetapi ini juga menjadi masalah kita sebagai masyarakat pengguna bahasa Indonesia. Untuk ke depannya semoga dalam proses penyerapan bahasa asing kita tidak salah kaprah lagi.

Sumber : http://netsains.com/2008/09/salah-kaprah-dalam-pelafalan-bahasa-indonesia/

0 Kisruh Tak Jelas KPK - POLRI

Rabu, 18 November 2009

Sebelumnya ketua non aktif KPK, Antasari Azhar juga sudah terkena kasus pembunuhan direktur utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen yang melibatkan cinta segitiga. Tapi entah mana yang benar, apa betul terlibat pembunuhan? atau hanya sebuah rekayasa yang ingin menjatuhkan nama ketua KPK non aktif itu? Saya yang mengikuti beritanya pun tidak tahu kebenarannya. Hingga saat ini pun beritanya lenyap bagaikan ditelan bumi.

Saat ini dua pimpinan KPK yang juga non aktif, yaitu Bibit dan Chandra telah bebas. Sebelumya mereka juga ditahan Polri dengan tuduhan kasus suap dari Anggoro Widjojo. Entah mendapatkan bukti dari mana Polri, sehingga berani menahan kedua pimpinan KPK itu. Apa mungkin Polri sudah yakin dengan kesalahan yang dilakukan oleh kedua pimpinan KPK tersebut? Itu artinya Polri sudah mempertaruhkan kredibilitasnya. Entah apa alasannya hingga Polri nekat mempertaruhkan kredibiltasnya itu. Untuk hal-hal yang berbau hukum, sebagai rakyat jelata hanya bisa ikut “nonton” drama bersambung Polri dan KPK.

Sangking gemparnya penetapan status tersangka terhadap kedua pimpinan KPK ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didesak segera bertindak mengambil keputusan mengenai kisruhnya pertarungan antara cecak dan buaya ini. Dengan dibentuknya tim pencari fakta oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saya berharap semua masalah dapat terselesaikan secepat mungkin. Masih banyak hal-hal yang merugikan Negara yang harus diberantas dan perlu dibenahi yang merupakan pekerjaan rumah yang harus segera dikerjakan.

Idealnya, KPK sebagai lembaga hukum selayaknya menjalankan tugasnya sebagai komisi pemberantasan korupsi, itu saja. Harapan wong cilik, tidak berlebihan bukan?