Tampilkan postingan dengan label tugas bahasa indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas bahasa indonesia. Tampilkan semua postingan

0 Handphone klasikku

Minggu, 03 Januari 2010

     Teringat di saat masa SMA dulu, dimana kebanyakan canda tawa selalu terpapar ceria disetiap paras wajah para pengguna seragam putih abu-abu. masa-masa dimana semua terasa indah dan ingin sekali rasanya mengulang kembali kenangan itu saat ini. Remaja yang ingin berpenampilan beda, menarik perhatian dari lawan jenis. ohh, masa puber yang sangat membahagiakan.

     Satu barang yang selalu mengikut dalam kantong celanaku, yang sangat mengingatkanku akan masa SMA dulu. Ya, sebuah handphone hasil pembelian dari uang tabunganku sendiri. Bangga, mungkin itu kata yang tepat yang dapat aku ucapkan untuk diriku sendiri. Begitu banyak kenanganku dengan handphone itu, walau mungkin saat ini sudah banyak sekali handphone-handphone yang lebih canggih tetapi itu tidak pernah menjadikan alasan aku untuk mejalankan niatku untuk mengganti handphone ku ini dengan yang lain.

     Pesan singkat atau yang lebih kita kenal dengan sebutan SMS, yang terkirim dari teman-teman ku semasa SMA dulu sampai saat ini pun tidak sedikit yang masih tersimpan dalam handphone ku. pengharapan, kemesraan, persahabatan hingga kekecewaan masih ada dalam memory handphone ku itu.

    Entah sampai kapan handphone ini akan selalu ada di dalam genggamanku, begitu sayangnya mungkin diriku. Jika orang-orang bilang sekarang mungkin adalah "Lebay", tapi memang begitulah adanya.

Kenanganku Hp klasikku :)

0 KEBAHAGIAANMU ADALAH MIMPIKU, AYAHKU

Anak laki laki umumnya bermain bola sepak bersama di lapangan depan rumahku. Dan aku hanya dapat melihat mereka di kamar ini, menyaksikan canda tawa mereka tanpa masuk ke dalam ruang lingkup mereka. Ya, aku menyadari itu. Tubuhku yang cacat lah yang menghalangiku untuk bermain bersama anak normal lainnya. Kaki mereka dapat dengan lincah berlari kesana kemari, aku hanya dapat duduk di kursi roda ini. Tangan mereka dapat menggenggam sesuatu dengan bebas. Sedangkan aku, untuk mengambil gelas di meja pun tak becus. Ada ketidak sinkron-an antara otak dan gerakan ku. Orangtua ku mengalami kecelakaan saat ibu sedang mengandungku. Hingga terjadi gangguan pada kandungannya.

Orang-orang biasa memanggilku Rio. Ayah seorang diri mengasuhku sejak kecil, hingga umurku yang sekarang telah 14 tahun. Ibu meninggal karena kanker paru-paru nya saat aku berumur dua tahun. Ayah hanya tukang service alat elektronik di kios kecil dekat pasar. Aku bersekolah di Yayasan Putra Harapan, dimana anak-anak cacat lainnya bersekolah. Aku dan ayah hidup sederhana apa adanya.

Tapi ada suatu dendam di hatiku saat melihat orang-orang memandang aku dan ayah dengan sebelah mata. Sakit yang tak pernah terungkapkan oleh bibirku yang tak mampu berbicara selancar orang pada umumnya. Bibirku yang hanya dapat berbicara dengan suara yang tak jelas takkan mampu meneriakkan segala emosi ku untuk mengungkapkan kemarahan ku terhadap orang-orang itu. Batinku menangis di setiap ayah mengurut dada dengan perlakuan orang-orang yang meremehkan keluarga kami.

Di suatu saat terbesit harapan ku untuk mengangkat derajat hidup keluarga. Tapi aku melihat diriku sendiri. Anak cacat, yang tak bisa buang air sendiri. Apakah pantas aku menjadi orang sukses?

Ku ambil sebuah buku gambar di sampingku, dengan cat air yang ayah beli bulan lalu saat aku meminta nya di pasar. Kubuka lembaran buku putih itu dan ku celupkan kuas ke dalam warna cat air . Sekuat tenaga ku seimbangkan gerak tanganku. Perlahan tanganku menggoreskan kuas itu ke lembar putih. Sungguh sulit, disaat aku menggerakkan arah tanganku dengan kemauanku. Goresan-goresan tanganku melangkah lebih lancar. Ayah telah berdiri di depan pintu kamar, menghampiriku. Sedikit terkejut aku dibuatnya. Ayah melihat karyaku. Tersenyum penuh makna, “besok akan ayah belikan alat melukis yang bagus ya nak”.

Keesokan harinya ayah benar membelikan alat –alat lukis untukku. Bagus memang, pasti dengan harga yang tak dapat dibilang murah juga. Aku belajar melukis lebih giat lagi. Hingga ayah mempercayakan karyaku untuk diajukan ke sebuah pameran seni lukis.

Dan disini nasib hidup kami berubah. Para seniman mengacungkan jempol untuk karya seni ku, walaupun aku sama sekali tak mengenal teknik lukis secara formal sebelumnya. Namaku disebut-sebut di banyak surat kabar. Anak keterbelakangan mental dan fisik dapat menciptakan karya seni berselera dunia. Kurang lebih seperti itu ungkapan surat kabar yang menceritakan ku.

Kini aku dapat menunjukkan kepada orang-orang, bahwa aku dapat menaikkan derajat hidup aku dan ayahku, bukan untuk dipandang sebelah mata.

Anda dapat mengambil pelajaran hidup dalam cerita ini, bahwa fisik dan materi tak akan menghalangi keberhasilan seseorang karena tak akan ada yang dapat mengalahkan tekad dan usaha selain Tuhan. Semoga tulisan ini mampu menyemangati kita semua dalam menjalankan hidup, terima kasih.

0 Sudut Ruangku

Nama ku Sata, aku adalah putra bungsu dari tiga bersaudara. Anak terbengal dalam rumah, itulah anggapan dari kakak-kakak dan orangtuaku. Nilai rapor ku yang miskin poin dan tingkah-tingkah onar ku di sekolah sudah lumrah mereka terima. Sebenarnya aku terusik dengan omongan orangtua yang selalu membanding bandingkan aku dengan kakak-kakak ku. Silla, kakak pertama yang selalu jadi juara kelas. Vino, anak kedua yang terkenal dengan karya tulisnya yang sudah tampil di beberapa novel. Dan aku, anak yang punya otak pas pas-an, ditambah ruang BK yang selalu menjadi tempat favorit untuk aku datangi.

Tapi jauh dari itu semua, Sata dewasa sebenarnya ingin sekali menunjukan kasih sayangnya ke mereka. Hingga akhirnya aku baru disadarkan dengan obat obatan yang sudah merekat di tubuh ku ini, meninggalkan kehancuran untuk semuanya. Awalnya memang gank itu yang membuat aku buta, menganggap hidup dengan mereka lebih membahagiakan dibanding hidup dengan keluarga yang aku anggap selalu banyak aturan dan persaingan antar saudara untuk memikat hati kedua orangtua. Dan sekarang penyesalan itu hanya membusuk di ruang rehab ini .

Aku tahu sekarang, dimana aku butuh keluarga, butuh perlindungan di tengah-tengah kasih orang terdekatku. Disaat nyeri menusuk tulang, sendi sendi yang ngilu tanpa daya, memori ku berputar ke arah lalu. Dimana Sata kecil yang berlari lari di taman kota bersama kakak-kakak yang menggandeng kedua tangannya. Ayah dan bunda yang duduk berdampingan di kursi taman tertawa kecil melihat tingkah kami.

Dinginnya air yang membuta tak henti mengguyur tubuh, semakin mempercepat memori berputar. Dimana aku masih bisa merasakan hangatnya pelukkan bunda sepulang kehujanan dari sekolah, dengan cokelat panas yang diminum bersama kakak-kakak ku di gelas tangkai besar hingga pipi kami terlukis oleh cokelat cair. Kini hanya tubuh meringkuk kedinginan di sudut ruang.

aku rindu suasana itu ..

Tangan menggigil itu meraih alat perekam yang sempat terbawa dari rumah. Suara gemetar memecah kesunyian.

Di dunia yang kelam
Ku temukan kebebasan
Yang kuanggap adalah kebahagiaan
Namun kenyataan berkata beda..
Hidup yang ku dambakan
Kini telah terhapuskan

Sejauh ini ku baru disadarkan

Bahwa aku salah jalan
Kini ku mengerti yang terjadi
Diri ku tak dapat seperti dulu..
Kini hanya mimpi indah
Yang tak akan mungkin dialami..
Ingin aku melangkah maju
Dan tak akan terjatuh lagi..
Ini adalah harapku Tuhan
Ku mohon Kau dapat mendengarnya..

Selang dari beberapa saat kesunyian yang kembali mengisi ruang, “Selamat hari ibu, … Bunda”. Ucapnya lirih. Dengan ragu, tangannya menyodorkan alat rekaman itu ke depan bunda yang datang menjenguk Sata di keesokan harinya . Bertepatan saat hari ibu.

Kadang sebuah kata-kata terlalu sulit diungkapkan secara blak blak-an oleh orang seperti Sata. Tapi di tengah keadaan yang membuatnya terpuruk, ternyata kasih sayang nya sebagai seorang anak mengalahkan itu semua.

Cerita ini hanya sebagai simbol saya untuk memperingati Hari Ibu. Tema nya pun hanya seadanya yang terlintas di pikiran saya. Maaf jika kurang memuaskan, Selamat hari Ibu.

0 IT dan HUKUM

Minggu, 06 Desember 2009

Setiap ilmu yang ada saling berhubungan satu sama lain. Tidak terkecuali IT dengan hukum. Perkembangan IT yang kian pesat dan maju membuat IT dimanfaatkan disegala bidang. CCTV, Handphone, Rekorder merupakan contoh benda yang sering digunakan untuk pembukian beberapa kasus di bidang hukum.


Penyanyi Alda Risma yang tenar lewat lagu Aku Tak Biasa, ditemukan meninggal di Hotel Grand Menteng Matraman, Jakarta Timur, pada pukul 19.00 WIB. Melalui proses pengecekan kamera CCTV di loby hotel diketahui bahwa sebelum meninggal ada beberapa orang yang dicurigai sebagai tersangka. Ferry Surya Perkasa setelah diusut menjai dalang dalam pembunhan korban. Ferry didakwa 15 tahun karenan kasus pembunuhan berencana yang ia lakukan”.


Salah satu kasus tadi adalah salah satu manfaat pemanfaatan IT dibidang hukum yang sangat membantu pihak berwenang dalam mengusut kasus-kasus yang terjadi. Masih banyak kasus-kasus yang dapat dipecahkan karena pean IT. Kasus KKN perselingkuhanan dan banyak lagi. Walaupun dewasa ini IT tidak hanya dimanfaatkan dijalan yang baik untuk menegakkan hukum. Namun, tidak jarang IT digunakan sebagi perantara perbuatan-perbuatan melanggar hukum.

Beberapa kasus korupsi, penculikan anak, pelecehan seksual bahkan pembunuhan berencana yang jelas-jelas melanggar hukum dipermudah dalam penerapan dalam perkembangan IT. Dan relatif lebih aman untuk penggunaannya dari pihak berwenang.

Sekarang tergantung kita akan menggunakannya dijalan yang benar untuk kemaslahatan umat atau hanya untuk hal-hal yang berdampak buruk bagi diri kita dan orang banyak.

0 Perigatan hari pahlawan penting atau tidak?

17 Agutus 1945 Indonesia mengikrarkan kemerdekaan atas bangsa dan negaranya dibawah pimpinan Soekarno dan Hatta. Bangsa ini memulai sedikit demi sedikit membangun bangsa dan negara diatas kaki dan tanggannya sendiri. Karena telah banyak sekali nyawa dipertaruhkan bahkan untuk mempetahankan kemerdekaan ini juga harus banyak korban yang berjatuhan. Namun saat itu kemerdekaan adalah hal yang paling utama untuk seluruh rakyat.

Masa-masa itu telah berlalu kini kemerdekaan telah dicapai dengan susah payah. Bayi-bayi yang lahir di bumi Indonesia telah dapat merasakan kemerdekaan hakiki. Kita tidak harus membawa bambu runcing lagi untuk mempertahankan hak kita yang paling mendasar.

Untuk menghormati jasa-jasa pahlawan yang telah begitu banyak berkorban untuk kita dimasa sekarang diperingati 10 November sebagai hari pahlawan. Maksud diperingatinya hari pahlawan ini adalah agar generasi muda terus mengenang dan mengingat jasa jasa pahlawan. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mengargai pahlwannya.

Tapi tahun berganti tahun esensi 10 November kini wajib kita pertanyakan. Perlukah peringatan itu?. Tiap tahun hanya dilakukan upacara tanpa penuh makna. Hati rakyat ini telah lupa memori itu. Korupsi, kolusi, nepotisme, kemiskinan, penganguran dan ratusan problema negara kini membelenggu.

Esensi dari perayaan hari pahlawan harusnya berlangsung tiaphari dan menjadi darah daging di dalam darah kita. Kecintaan pada ibu pertiwi akan menguatkan bangsa dan negara kita di gonjang-ganjing masalah negara. Pahlawan kita sunguh akan menangis melihat pengorbanannya tidak kita manfaatkan dengan baik. Generasi muda harusnya kini bangkit demi banga dan negara kita tercinta.

0 Cewek Addict (sinopsis cerpen)

Sabtu, 28 November 2009

Prita adalah pacar Beni, mereka baru berpacaran selama 6 bulan. Prita adalah seorang gadis cantik tetapi sangat manja, Beni maklum karena ia adalah anak bungsu, dan juga anak mami. Prita dari kemarin memang sedang ribut ingin menonton film Indonesia terbaru berjudul Kuntilanak. Salah satu bentuk kemanjaannya, ketika antri tiket film Kuntilanak dengan santainya Prita menyuruh Beni ngantri selama hampir 3 jam di depan loket yang belum buka. Sementara ia bersama tiga teman satu kelasnya justru sedang asik berbelanja.

Ketika tiba Pensi, ternyata Beni jatuh sakit. Terkena penyakit gejala tipes dan harus di rawat selama dua minggu dirumah sakit. Mengetahui hal tersebut, Prita sangat sedih sekali tetapi bukan karena pacarnya sakit tetapi karena siang ini rencananya Beni mau diajak ke Pensi sekolahnya. Karena Beni jatuh sakit, sehingga semua rencana yang disusun menjadi gagal. Kemudian, Prita berusaha menghubungi teman-teman laki-lakinya yang lain, tetapi tidak ada satupun yang bersedia pergi bersamanya ke Pensi. Mereka semua mengganggap Prita hanya memperdaya mereka, kalau butuh saja baru datang dan juga Prita termasuk anak manja yang cerewet. Sampai pada akhirnya, Maminya yang menjadi korban untuk menemani Prita ke Pensi.

Sudah seminggu Beni, harus dirawat di rumah sakit. Ia merasa sedih karena Beni dirawat di rumah sakit, karena tidak ada yang mengantar dan menjemput sekolah ataupun ketika pergi ke mall. Walaupun sudah seminggu Beni sakit, Prita masih belum juga berminat menjenguknya di rumah sakit. Sang mama yang kemudian menegur Prita untuk menjenguk Beni ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, Prita melihat Beni terbujur lemas sekali, berat badan turun drastis dan pipinya terlihat tirus. Prita berfikir, kenapa tidak dari pertama saja dia menjenguk Beni, kenapa baru seminggu setelah ia dirawat dan itu harus dipaksa mama. Bener kata mama, bahwa ia hanya suka pacaran ketika senang saja dan saat sedang sedih, ia tidak pernah ada untuk Beni. Ia sadar bahwa ia begitu egois, manja bahkan addict (terlalu bergantung) terhadap seseorang. Ia berjanji akan berubah menjadi lebih mandiri, hal inilah yang memuat Prita ia memutuskan untuk break. Dan Beni, tidak keberatan karena ia sadar umur Prita yang 17 tahun merupakan waktunya pendewasaan diri. Bahkan Beni berjanji dalam dirinya, ia akan menembak Prita sebagai kekasihnya lagi suatu saat nanti ketika Prita telah berubah menjadi lebih mandiri.

0 Ragam Bahasa Tulis

Jumat, 20 November 2009
1. Ari mengatakan bahwa kita harus makan.
2. Ayah sedang membaca koran di teras rumah.
3. Mereka bertempat tinggal di Cilandak.
4. Janganlah engkau menolak ajakan orang itu.

0 Ragam Bahasa Lisan

1. Ari bilang kita harus makan.
2. Ayah lagi baca koran di teras rumah.
3. Mereka tinggal di Cilandak.
4. Janganlah kau tolak ajakan orang itu.

0 Kalimat dengan menggunakan ragam tidak baku

Rabu, 18 November 2009
1. Bilang dahulu dong sama saya punya bini.

2.
Memang kebangetan itu anak belum mandi sudah makan gado-gado.

3.
Pengendara motor dilarang lewat jalan ini kecuali yang pakai helm.

4.
Permintaan para langganan belum ada yang dipenuhi karena persediannya sudah habis.

5.
Berhubung itu, mengemukakannya pula minat baca kaum remaja semakin menurun.