Tampilkan postingan dengan label expression of my heart. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label expression of my heart. Tampilkan semua postingan

2 Sebuah Ungkapan Hatiku

Rabu, 06 Januari 2010

Saat malam merayap sunyi

bisu membelai batin jiwaku

terhenyak aku dalam jiwamu nan membeku

hancurnya hati berkeping tak bersatu

namun kucoba melangkah

walau tertatih dan tersaruk lara

yang mendera isi hatiku

mencoba mengetuk keangkuhanmu

dimana nuranimu?

Sekeras karangkah hatimu?

Roda hidup hanyalah sebuah pasir keberuntungan

menemani bergulirnya waktu

tiba saat berganti

tawa kesombongan

hanya tangis menyayat dinding hati

Sakit.. perih.. tak berganti

Meski nurani ingin berhenti dan kembali

namun kini tak berarti..

0 Puisi tanpa judul

Minggu, 03 Januari 2010
Waktu adalah kehidupan
Dia berlari tak terasa
Tak akan kembali yang telah berlalu
Detik, menit, dan jam berlalu
Hari, bulan, dan tahun tersapu
Bencana, sengsara dan kebahagiaan terlintas tak terasa

Peganglah hari yang lalu sebagai saksi yang adil
Keberadaan hari akan menjadi bukti
Hari yang lalu tak kan kembali, karena
Kemarin adalah "kenangan"
Hari ini adalah "kenyataan"
Dan esok adalah "harapan"

Peganglah hari dan ingatlah waktu

0 Harapan Tentang Mu

Kamis, 12 November 2009
Bila disana ada harapan,
mengapa kau tak ada disampingku.
Bila ku merelakanmu,
mengapa disini aku merintih untukmu.
Kehadirannya telah bangunkan aku dari angan yang panjang
sedih aku sadari bahwa kau tak hadir untukku
dan aku harus menyambut cintanya
tapi kau harus berjanji padaku
apapun yang terjadi, kau harus selalu kenang
kisah indah ini..
Kamis, 22 Oktober 2009
permisi.. aku pergi

setelah melintasi waktu bersimbah pesonamu, kini semua terasa tiada.
makna yang terendap lama dan mendekam dalam gugusan matahari tak bisa lagi kuraba
semua seperti kembali kosong..
harapan akanmu seperti menemui titik penghabisannya.
apa gerangan yang terjadi?
tiba2 aku enggan mengumbar rinduku..
tiba2 aku ingin berhenti mencintaimu..
mungkinkah karena sahajamu yang makin lama tak lagi membiusku?
perlahan menghilang dibalik tutur kata yang masih serupa dengan warna pelangi.
auramu yang makin pudar oleh sikap yang tak pasti
pongahmu melemahkanku, biusmu menyurutkan langkahku
aku lebih baik pergi
"permisi.."
ramai atau sepi, didalam suasana yang ramai hatiku masih terasa sepi, entah mengapa?
walau bidadari pujaan hati datang dengan pesona lembut hatinya, hatiku masih terasa hampa..
semua terasa sepi.. aku hanyalah manusia kerdil diantara berjuta raksasa
kadang aku menghampiri bidadari pujaan hati, tapi aku hanya bisa berdiri diam dan meratapi kecantikannya. aku tak bisa menyentuhnya, memeluknya, dan mengecupnya, aku pun tak bisa mendengar nyanyiannya yang merdu. ia bagaikan malaikat yang suci..
kadang ia pun terbang bersama burung diangkasa,
bagaimana aku menggapainya?
bagaimana aku mengungkapkan rasa cintaku padanya?
tapi manusia kerdil tetaplah manusia kerdil, tidak bisa menjadi raksasa.
memang aku hanyalah batu pijak, bukan pendamping bidadari..
saat malam merayap sunyi
bisu membelai batin jiwaku
terhenyakku dalam jiwamu nan membeku
hancurnya hati berkeping tak bersatu
namun kucoba melangkah
walau tertatih dan tertusuk lara
yang mendera isi hatiku
mencoba mengetuk keangkuhanmu
dimana nuranimu?
sekeras karangkah hatimu?
roda hidup hanyalah sebuah pasir keberuntungan
menemani bergulirnya waktu
tiba saat berganti
tawa kesombongan
hanya tangis menyayat dinding hati
sakit.. perih.. tak berganti
meski nurani ingin berhenti dan kembali
namun kini tak berarti