Ketika Presiden RI Menolak Kunjungan Presiden AS

Senin, 07 Desember 2009
Indonesia mengejutkan dunia saat presidennya menolak kunjungan presiden Amerika Serikat (AS). Penolakan itu disampaikan oleh menteri luar negeri Republik Indonesia (RI) kepada menteri luar negeri AS dengan sebelumnya menyampaikan permintaan ma’af melalui email pribadi masing-masing.

Negara Amerika Serikat yang terdiri dari 50 negara bagian dengan sejarah panjang menguasai negara-negara ketiga tidak seharusnya diremehkan. Kunjungan presiden AS kali ini adalah dalam rangka diskusi perbaikan ekonomi global dan mestinya kunjungan tersebut sangat berpengaruh bagi negara-negara lain di Asia Tenggara. Presiden AS melalui juru bicaranya, menteri luar negeri, menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang egois, tidak tahu berterima kasih dan tidak pernah belajar dari sejarah.

Dalam acara ramah tamah dan buka puasa bersama, presiden RI mengucapkan terima kasih atas kritikan tersebut. Beliau merasa egois jika tidak meresponnya. Beliau juga menanyakan sejarah mana yang dimaksud. Dan berikut ini penjelasan presiden RI atas penolakan kunjugan presiden AS. Beliau membacakannya, tanpa teks, di sebuah desa di pedalaman Kalimantan seperti yang beliau kirim kepada presiden AS lewat email.

Alasan pertama dan seperti kunjungan-kunjungan presiden AS sebelumnya yang diterima oleh presiden-presiden RI sebelum dirinya adalah karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan pemerintah RI sehubungan dengan kunjungan itu. Bayangkan, jika kunjungan satu orang saja dapat memakan biaya hingga 6 milyar rupiah. Padahal tahun lalu, dengan biaya kurang dari 6 miliar pemerintah Indonesia mampu mendirikan lebih dari 20 SD dan memperbaiki puluhan SD di delapan daerah. Alasan kedua menegaskan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang selalu belajar dari sejarah. Sebagaimana kita tahu bahwa tiap kali kedatangan presiden AS selalu diwarnai dengan demonstrasi mahasiswa dan organisasi massa lain yang menolak kunjungannya. Oleh karena itu presiden RI dengan segala hormat menawarkan penolakan dari beliau sendiri daripada lewat demonstrasi yang penuh caci maki dan dapat merendahkan martabat negara AS yang besar. Dan alasan ketiga yang juga belajar dari sejarah adalah sehubungan dengan kunjungannya yang mendadak. Beliau berpendapat bahwa sudah sewajarnya beliau menolak kunjungan tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa presiden RI, sejak terpilih, mempunyai jadwal yang sangat padat. Bahkan dalam biografinya tertulis jika beliau hanya tidur kurang dari dua jam sehari dan beliau sangat memanfaatkan waktu perjalanannya untuk istirahat. Jadwal kunjungan presiden AS berbenturan dengan kunjungan presiden RI ke daerah bencana banjir dan longsor di Sumatra Utara. Beliau berpesan pada presiden AS agar membuat janji terlebih dahulu sebelum berkunjung minimum dua tahun sebelumnya. Semoga presiden AS memaklumi.

Dan tanpa mengurangi rasa hormatnya pada presiden AS, presiden RI memberikan pilihan lain untuk bertemu yaitu dengan ikut menemani beliau ke Sumatra Utara untuk membantu para korban banjir dan longsor.

Itu merupakan satu-satunya pilihan terbaik yang beliau sebut dengan alternatif 2 in 1, atau mungkin 3 in 1 karena ditambah dengan turut menemani beliau makan sahur dan buka puasa bersama para korban banjir dan tanah longsor. Meski akhirnya presiden AS dapat memaklumi alasan penolakan tersebut, namun ia tetap akan melakukan kunjugannya. Ia meminta perwakilan dari presiden RI agar dapat menerima kunjungannya. Dan syukur alhamdulillah, Presiden RI berkenan dengan permintaan tersebut. Beliau menanyakan pada para menterinya apakah ada yang berminat menerimanya?

Perlu Anda ketahui bahwa penolakan kunjungan ini terjadi di tahun 2060 setelah pemerintah Indonesia melalui Bank Mandiri membeli seratus persen saham Microsoft, Google, Shell, BP, Hilton, Citibank, American Express (selanjutnya berubah menjadi Indonesian Express), klub sepak bola Manchester United; kemudian memindahkan kantor pusat PBB ke Purworejo dan menjadi Dewan Keamanan tetapnya; membangun pusat energi nuklir terbesar di dunia di pulau Sidoarjo; memindahkan Hollywood ke Bali dan mengubah namanya menjadi Baliwood; mendirikan universitas sekelas Harvard, Princeton, MIT dan Cambridge; memenangkan lima Olimpiade berturut-turut; menjadi negara bebas polusi; dan menjadi salah satu negara yang selamat setelah seperempat bagian dunia terkena gempa dan tsunami termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Tuhan berkenan dengan keselamatan bangsa Indonesia karena para pemimpinnya yang jujur dan adil.

Sumber : http://cerpen.net/cerpen-lucu/ketika-presiden-ri-menolak-kunjungan-presiden-as.html

0 komentar:

Posting Komentar